MPASI Mulai Kapan? Ini Panduan Singkat yang Perlu Ayah & Bunda Tahu
“Dok, MPASI itu mulai kapan sih? Anak saya sudah boleh makan belum ya? Kalau mulai dari pisang gimana?”
Pertanyaan seperti ini sering banget muncul saat Si Kecil memasuki usia 5–6 bulan. Wajar kok, karena MPASI memang jadi salah satu fase penting dalam tumbuh kembang bayi.
Yang perlu diingat, memulai MPASI tidak hanya soal usia, tapi juga kesiapan bayi. Biasanya, tenaga kesehatan menilai kesiapan ini dari perkembangan oromotor, yaitu kemampuan bayi untuk makan dengan aman. Bayi dikatakan siap MPASI bila sudah bisa duduk dengan kepala tegak, mampu mengoordinasikan mata–tangan–mulut, tertarik pada makanan, dan bisa menelan dengan baik. Umumnya, tanda-tanda ini muncul di usia sekitar 6 bulan.
Prinsip Pemberian MPASI yang Dianjurkan WHO
Agar MPASI memberi manfaat optimal, WHO merekomendasikan empat prinsip utama berikut:
1. Diberikan di Waktu yang Tepat
MPASI mulai diberikan saat ASI saja sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi, yaitu sekitar usia 6 bulan. Di usia ini, kebutuhan energi, protein, zat besi, zinc, vitamin A, dan vitamin D meningkat pesat.
Meski begitu, ASI tetap dilanjutkan, karena mengandung antibodi dan zat penting lain yang tidak tergantikan. Usia 6–9 bulan juga merupakan fase penting untuk mengenalkan makanan padat secara bertahap agar bayi tidak mengalami masalah makan di kemudian hari.
Meski begitu, ASI tetap dilanjutkan, karena mengandung antibodi dan zat penting lain yang tidak tergantikan. Usia 6–9 bulan juga merupakan fase penting untuk mengenalkan makanan padat secara bertahap agar bayi tidak mengalami masalah makan di kemudian hari.
2. Kandungan Gizi Harus Cukup
MPASI perlu mengandung zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (zat besi, zinc, vitamin, dan mineral). Kekurangan zat gizi, terutama zat besi, dapat memengaruhi perkembangan otak dan pertumbuhan anak.
Periode 1.000 hari pertama kehidupan dikenal sebagai masa emas, karena perkembangan otak dan tubuh berlangsung sangat cepat dan akan berdampak jangka panjang.
Periode 1.000 hari pertama kehidupan dikenal sebagai masa emas, karena perkembangan otak dan tubuh berlangsung sangat cepat dan akan berdampak jangka panjang.
3. Disiapkan dengan Cara yang Aman
Kebersihan makanan wajib diperhatikan. Mulai dari mencuci tangan, menggunakan alat makan bersih, memasak makanan hingga matang, mencuci sayur dan buah sebelum diolah, hingga menyimpan makanan dengan benar. MPASI yang higienis membantu mencegah risiko infeksi dan gangguan pencernaan.
4. Diberikan dengan Cara yang Tepat
MPASI sebaiknya diberikan dengan responsive feeding, yaitu mengikuti sinyal lapar dan kenyang bayi. Beri makan dengan sabar, tanpa paksaan, dan ciptakan suasana makan yang nyaman serta minim distraksi. Bayi juga perlu didorong untuk aktif, baik saat disuapi maupun belajar makan sendiri sesuai usianya.
Pada tahun pertama, bayi dan orang tua sedang belajar saling memahami lewat bahasa tubuh dan respons sehari-hari. Saat orang tua peka terhadap kebutuhan Si Kecil, ikatan emosional akan terbentuk dengan baik dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak.
Memberikan MPASI memang penuh tantangan, tapi dengan pengetahuan yang tepat dan kesabaran, Ayah dan Bunda pasti bisa melewatinya. Nikmati prosesnya, ikuti sinyal Si Kecil, dan percaya bahwa setiap bayi berkembang dengan ritmenya sendiri 🤍