MPASI sering jadi momen yang bikin orang tua deg-degan. Mulai dari takut salah porsi, bingung tekstur makanan, sampai khawatir gizinya kurang. Padahal, dengan panduan yang tepat sesuai usia, MPASI bisa jadi proses yang lebih terarah dan menyenangkan untuk Si Kecil. Pemberian makan bayi dan anak Gambar di atas nunjukin cheat sheet MPASI buat bayi dan anak usia 6 sampai 59 bulan. Isinya lengkap banget: mulai dari usia anak, porsi sekali makan, tekstur makanan, sampai variasi bahan makanan yang wajib ada. Jadi orang tua nggak perlu nebak-nebak lagi, tinggal sesuaikan aja sama umur Si Kecil 👶🍽️
Usia 6–8 Bulan
Di fase ini, bayi baru mulai kenalan sama makanan padat. Porsinya masih kecil, sekitar 2–3 sendok makan sampai setengah mangkuk (±125 ml). Teksturnya bubur kental atau makanan yang dilumatkan halus, karena bayi masih belajar menelan. Fokusnya bukan habis atau nggaknya, tapi adaptasi & eksplor rasa.
Usia 9–11 Bulan
Porsi makan mulai naik jadi ½ sampai ¾ mangkuk (125–200 ml). Tekstur makanan bisa dicincang halus dan mulai dikenalkan finger food yang bisa dipegang bayi. Di tahap ini, bayi lagi aktif-aktifnya belajar makan sendiri, jadi wajar kalau makannya berantakan 😄
Usia 12–23 Bulan
Anak sudah bisa makan ¾ sampai 1 mangkuk (200–250 ml). Tekstur makanan sudah masuk ke makanan keluarga, tentunya tetap disesuaikan (tidak pedas, tidak keras). Anak mulai belajar makan bareng keluarga dan meniru kebiasaan makan orang di sekitarnya.
🍽️ Variasi Menu: Jangan Itu-Itu Aja!
Dalam satu menu makan, idealnya terdapat minimal 5 kelompok bahan makanan, yaitu:
MPASI itu bukan soal “yang penting makan”, tapi tepat usia, tepat porsi, tepat tekstur, dan variasi gizi. Dengan mengikuti panduan ini, anak bisa tumbuh optimal, terhindar dari GTM, dan terbiasa dengan pola makan sehat sejak dini 💚